Showing posts with label amor. Show all posts
Showing posts with label amor. Show all posts

Sunday, December 23, 2012

I'm a truly antagonist.


“Kamu baik. Kamu ga pantes dapetin orang yang jahat.”

Ocehku di twitter sejam yang lalu. Kali ini aku benar-benar beranggapan diriku sendiri jahat. Meskipun kamu sudah berusaha menggoyahkan argumen satu itu, kamu tidak akan berhasil. Aku sudah terlanjur menanamkan kata-kata itu di otakku. Aku jahat. Aku benar-benar jahat. Terdengar sangat klise, ya? Aku terus-menerus mengulangnya agar aku tidak berpikir bahwa aku tidak cukup baik hati untuk bisa bersamamu. Aku tau itu benar-hanya saja aku takut mengakuinya.
Kenyataan memang sudah berbanding terbalik daripada kita yang sebelumnya. Kita berkembang sebagai individu yang lain; kita sudah berbeda. Kita sudah tidak seperti dulu lagi. Aku hanya bisa terus mengulang kata ini semua masih bisa dipertahankan meskipun aku dan kamu sama-sama terlihat lelah dan butuh istirahat. Hanya saja, aku lelah menangis, mataku sudah cukup pedih karenanya.

Monday, November 26, 2012

Raksasa Dari Jogja.


“Adakah yang lebih indah dari menatap rintik hujan di Jogjakarta bersama seseorang yang selalu ada dalam tangis dan tawamu?”
Kalau saja semua bisa diulang lagi, hari itu, di Jogjakarta, dan memperbaiki semua lubang memori yang lupa kau isi, mungkin saja semuanya bisa lebih indah. Kau bisa mengulangnya dari awal lagi dan membenarkan segala hal yang menurutmu melenceng dari planning. Kau bisa membuat mataku lebih terbuka lebar dan melihat apa yang sesungguhnya ada didepan mataku secara sadar. Kalau saja mesin waktu memang benar-benar ada.
Tapi tidak, aku sama sekali tidak menyesal. Karena aku memang menemukannya di Jogjakarta. Malam itu, di tengah gegap gempitanya Malioboro dan orang-orang yang sibuk berlalu-lalang, aku menemukannya tepat di tatapan matamu. Anehnya, aku sama sekali tidak merasa asing dengan tatapan itu. Semuanya seperti deja vu. Seakan-akan aku memang pernah merasakannya-padahal tidak. Aku tidak lantas yakin, sih. Sejurus kemudian, diantara semuanya yang masih terlihat abu-abu, kau berhasil membuatnya menjadi putih. Dari sana aku mulai berpikir, apa aku sudah benar-benar menemukan raksasaku?
Suatu saat nanti, aku akan membawamu kembali kesana. Tepat dimana semua kisah ini dimulai.

Sunday, November 11, 2012

aku rasa aku mulai bisa menangkap inti dari kecemasan dan ketakutanku selama ini. mungkin aku memang terlalu sibuk..sibuk menenggelamkan diriku sendiri dalam bahagia. sampai-sampai aku lupa, masih ada satu keping yang masih mengganjal. setahuku, yang membuatku cemas adalah ekspektasiku sendiri yang terlalu berlebihan. sometimes I wonder if your love weren't as deep as mine. tadinya aku sibuk memelukmu agar aku benar-benar bisa merasa bahagia. namun sejurus kemudian kecemasan itu muncul. tertebak, detik selanjutnya aku menangis dalam diam dan lebih memilih untuk menenggelamkan muka di bahumu.tentu saja, tanpa sepengetahuanmu.
lalu aku sadar..kamu memang benar-benar berhasil menghapus bayangnya dari sudut pikiranku yang selama bertahun-tahun sudah terkotori. tapi sekarang ketika kamu mengetahui semuanya, rasa takutku semakin memuncak..

Sunday, November 4, 2012

......karena, semakin sedikit yang kamu ketahui, semakin besar bagian dari rasa kepercayaan itu dipertaruhkan. Dan juga tidak ada jaminan untuk berbagai macam kompensasi. Semuanya cuma resiko-resiko yang memang harus diambil tanpa dipilih terlebih dahulu.

Sunday, October 14, 2012

Rindu dari dua sisi waktu.

Kata orang, rindu itu indah. Menurutku, tidak seindah kelihatannya. Jika rindu tidak tersampaikan atau bahkan tidak berbalas, bukan mulut tapi tangislah yang mampu mengungkapkannya.
Setidaknya kita bisa belajar banyak. Dengan rindu kita lebih bisa menghargai arti kehadiran seseorang di dalam hidup kita. Beda tipis dengan perpisahan. Dan rindu bisa juga menjadi indah ketika rasa itu terbalas-sesuai harapan. Mungkin satu kehangatan dan kecup manis bisa menggambarkannya.
Aku mengetahui kabarnya setiap menit, tapi tetap saja..rindu itu tidak bisa hilang. Entah sudah berapa ribu kali kata rindu itu terucap, tetap saja rasa itu hidup. Ya, bahkan rasa itu yang selalu dan selaly membuat jalinan ini terasa lebih berwarna.
Saat ini aku merindu di sisi waktu bahagiaku. Tapi kali ini aku bisa menggambarkannya di sisi tangisku secara sekaligus. Setidaknya, aku bahagia sekarang. Kedepannya juga. Mungkin memang tidak semudah kelihatannya, ya? Aku tahu itu. Salahkah jika aku sedikit berharap?

Saturday, October 6, 2012

Lesson Learned.

Kalau ada yang bertanya aku kenapa, jawabnya simpel, kok. "we had an argue, and maybe it was our biggest problem."
Aku akan menyimpan cerita ini untukku sendiri. Karena, beberapa hal tidak perlu dipublikasikan. Kau hanya butuh menyimpannya untuk dirimu sendiri. Mungkin bisa kau jadikan pelajaran dan tuntunan yang tepat untuk masa-masa yang akan datang. Begitu juga dengan cerita ini. Hmm mungkin, lebih tepatnya bisa ku sebut..luka ini.
Karena kejujuran memang diperlukan. Meskipun menyakitkan, itu hanya akan menyakitimu di salah satu sisi waktu. Semua luka, kan, ada obatnya.
Maaf, bagiku, malam ini sangat biru.

Tuesday, September 25, 2012

Je t'aime.

Aku benar-benar merasakannya. Ketika semuanya terasa lebih indah dari biasanya. Mungkin kalian bisa beranggap pikiranku picik. Tidak, nyatanya tidak pernah sedangkal itu. Kali ini aku yakin dalam menghapus semua keragu-raguanku. Kenapa tidak dari dulu? Jawabannya hanya satu. Dulu, aku tidak se-yakin ini.
Hari-hari juga berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang berubah. Tidak ada yang salah dengan situasi dan kondisi. Perasaanku yang berubah. Rasanya, seperti naik satu level. Semakin dan semakin menyenangkan.
Bukannya tidak terdapat luka-memang ada, kok. Beberapa tusukan pernah ditancapkan, dahulu. Sebagian dari mereka lupa mencabutnya. Dan mungkin juga hatiku tak mempunyai fibrin. Sudah tidak terasa ngilu, tapi, nanahnya masih menetes. Ada juga bekas yang paling parah. Dia memang mencabut tusukan itu, tapi, dia lupa akan lukaku yang masih menganga ini. Sampai aku mati rasa.
Sempat terpikir untuk menyimpan semua luka itu dan menutupnya untuk luka-luka yang lain. Bukan hanya terpikir, sih, bahkan sudah terlaksana untuk beberapa waktu. Namun ternyata aku salah. Pola pikir seperti itu sudah terlalu kekanak-kanakan untuk seorang yang berumur 16 tahun.
Terkadang kita memang tak bisa membunuh memori dan membuang luka tanpa bantuan orang lain. Diperlukan, kok. Sekarang lukaku sudah mulai menghilang, memori pun ikut terkubur bersamanya. Aku bahagia, karena sudah ada yang menjaga hatiku. Dia, pilihanku.

When I first met you, I didn't know you were gonna be this important to me...

Thursday, August 16, 2012

Uno!

terhitung sudah 4 hari setelah tanggal dua belas agustus dua ribu dua belas.

it's been a month ayayaay! akhirnyaaaaaa nyampe angka satu juga. dalam itungan mensiv sih, bukan anniv. ngitung hari buat sampe sebulan ini rasanya lamaaaaaaaa aabis. oke ini ale:') tapi serrrriusan rasanya nunggu buat nyampe 1st mensiv itu....ngga nyampe-nyampe. entah saking menikmatinya atau world revolves slowly when I'm with you atau gimana ya...eaaeaeaeaa
maunya bikin post pas tanggal 12 juga tapi.....males. biasalah penyakit anak muda. kalo ga mood, ga bisa bikin tulisan juga huhu maafkan aku, heroine:')
maunya juga bikin ini post "berwarna" dengan nambahin capturean kek apa kek. pas buka chat history eeeeh udah ilang duluan! baru 4 hari loh padahal duuuuh salah mulu yak...
but, the point is, I'm soooooooo happy!

p.s: kalo kamu baca, plis ga usah di copas terus dikirim lewat bbm. cukup dibatin aja ya...malu :$

Wednesday, August 8, 2012

rupanya malam ini sedikit biru

bukan kenapa-bukan tanpa alasan.dulu pernah ngerasain rasa yang sama. persis sama apa yang quote itu bilang. ragu? jawabannya, iya. tapi itu dulu...
no one can accuse you for falling in love with the wrong person. if inside you know he's the one
bukan apa-apa. semuanya baik-baik saja. sangat baik malah. cuma mengenang kok. terkadang mengenang adalah suatu hal yang sangat lucu. bisa dibayangkan betapa birunya masa itu, coba bandingkan dengan sekarang. iya, sekarang aku amat bahagia:)

Tuesday, July 31, 2012

masih

baru inget, kalo road to the first mensiversarry itu bener-bener a long journey. setelah itu baru deh kerasa cepet....
oh iya, ini masih hari ke sembilan belas. lama. iya. bahkan masih butuh...hmm...ber belas-belas hari lagi. ngga usah dihitung deh-_- bakal kerasa lama pol.
masih hari ke sembilan belas tapi...udah berapa kali jalan ya? udah berapa kali ngapel ya? bisa bantuin ngitung nggak, Ram?

Tuesday, July 3, 2012

happy birthday, Boom.

tepat jam 12 dini hari, alarmku berbunyi. rupanya sebuah pemberitahuan dari jejaring sosial yang mengingatkanku akan siapa yang berulang tahun hari ini. mana mungkin aku lupa, semua sudah terekam jelas diluar kepala. segera ku cari kontaknya dan mulai menulis pesan.

hai, selamat ulang tahun ya. maaf membangunkanmu selarut ini. tapi asal kau tau saja, aku melakukannya karena aku masih sama, aku masih disini..

tidak! apa-apaan ini. bagaimana bisa aku mengetik pesan seperti itu? menjalin hubungan spesial pun tak pernah. apa aku masih punya muka? segera ku hapus dan memutuskan untuk tidur lagi. yang penting aku ingat, bahwa hari ini hari ulang tahunnya.
aku terbangun lagi. masih jam 6 pagi. terlalu pagi rasanya bila harus terbangun di hari libur seperti ini. bagaimanapun juga, perasaanku sama sekali tidak tenang. aku sangat ingin mengatakan semuanya sejujurnya. meskipun yah, dia memang sudah tau. dan aku tidak peduli. dia harus sadar bahwa aku disini, masih dengan perasaan yang sama. masih menunggunya.

"I'm the one who wants to be with you
Deep inside I hope you'll feel it too"

hpku berdering lagi disaat aku benar-benar tidak ingin diganggu. rupanya telepon dari seorang sahabat, dengan berat hati aku mengangkatnya
"hai, La."
"Zaaaaaa! kamu tau kan?"
"ergh, iya tau. aku bahkan tidak membutuhkan reminder apapun untuk mengingatnya."
"sudah kau kirimkan pesan? selamat ulang tahun atau apa?"
"belum sama sekali. aku hanya...bingung."
"bingung kenapa? hey, coba ingat. beberapa waktu lalu kalian ketemu, dia biasa aja kan?"
"iya. dia kan memang selalu begitu."
"tidak usah takut..kalian kan teman."
"di sisi lain aku tetap menginginkannya, La."
"sudahlah. ini hanya setahun sekali. bagaimana bisa kau kehilangan kesempatan ini?"
"baiklah...akan kucoba semampuku."
klek!

ku cari kontaknya lagi, ku tulis pesan, lalu hapus. tulis lagi, hapus lagi. begitu seterusnya. aku memang gengsi. bagaimana tidak? kira-kira setahun lalu, dia menolakku-tanpa harus aku menyatakan perasaan. dengan jelas dia mengatakan, dia tidak mau. entah alasan apa yang membuatnya seperti ini. mungkin, aku tidak lebih indah dari masa lalunya. mungkin.
******
ada sebuah pesan masuk dari seorang teman. oh ya, mereka masih ingat betul betapa aku sangat menginginkannya. "Za, gimana kalau kita kasih kejutan buat dia? itung-itung...memperbaiki hubungan juga. kau pasti mau kan?"
aku sangat mau. tapi aku tetap tidak bisa. ku tutup pesan itu dengan terpaksa. mereka pasti tau apa jawabanku. mereka bisa menerka. mereka tau aku masih malu.

"Waited on a line of greens and blues
Just to be the next to be with you"


malamnya aku pergi ke sebuah konser gratisan yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka. lumayan untuk menghilangkan penat. kukendarai mobilku dengan asal-asalan. aku tidak peduli lagi dengan keselamatanku sendiri. beruntung kalau aku bisa menemuinya disana, semoga.


"Ku harus pergi meninggalkan kamu, yang telah hancurkan aku
Sakitnya..sakitnya. oh sakitnya."


suara serak dari Judika mengalun dari atas panggung. aku yang duduk di cafe, tidak jauh dari stage hanya bisa menyerap isi lagu sambil meniup kopi yang sebetulnya sudah tidak panas. bahkan sedingin hawa diluar yang mulai turun rintik gerimis kecil-kecil. ah, mungkin dia tidak disini. ku putuskan untuk menonton Judika dari depan panggung. meski agak berdesakan, aku ingin berbaur dengan penonton lain yang suasana hatinya sedang gerimis. seperti aku.
"Gimana kalau kita ambil salah satu audience yang bersedia nyanyi? mungkin ada yg berniat menyumbang suaranya untuk menggambarkan perasaan malam ini?" kata MC acara yang sedang ingin mencairkan suasana. mungkin dia berada di kerumunan penonton, dan dia bisa melihatku menyanyi untuknya live malam ini. kapan lagi? tanpa pikir dua-kali, aku langsung mengangkat tangan.
"mungkin mbak yang berkacamata ini bisa mengajak kita galau bersama, ya? silahkan naik ke atas panggung."
aku langsung duduk di salah satu kursi, mengambil gitar, dan mulai menyanyi pelan.

Hold on, little boy
Show me what she's done to you
Stand up, little boy
A broken heart can't be that bad
When it's through, it's through
Fate will twist the both of you
So come on, baby, come on over
Let me be the one to show you

tak kusangka, sosok yang ku cari langsung menerobos desakan penonton. tak jarang dia dimaki, tampaknya dia juga tidak peduli. dia melihatku dengan seksama tepat disaat aku menyanyikan bagian Reff dari lagu tersebut. aku tersenyum.

Build up your confidence
So you can be on top for once
Wake up. Who cares about little girls
That talk too much?
I've seen it all go down
The game of love was all rained out
Let me be the one to hold you


seiring dengan berakhirnya lagu, dia menghilang dari deretan penonton paling depan. dengan was-was aku turun dari panggung dan mulai berbaur lagi dengan penonton lainnya. terasa pundakku ditepuk oleh sebuah tangan.
"hai, Za. suaramu bagus."
"terima kasih sebelumnya. bagaimana kabarmu?"
"aku baik-baik saja, kok. apa kamu masih seperti yang dulu?"
"yang dulu? apanya yang seperti dulu?"
"ah, tidak. lupakan saja. bagaimana kalau aku mentraktirmu makan? aku kan sedang berulang tahun."
"oh iya! aku sampai lupa. selamat ulang tahun ya." bodoh, kau tidak mungkin lupa, Za.
"jadi bagaimana?"
"sepertinya tidak perlu. aku bahkan lupa bahwa kau berulang tahun. aku juga sedang tidak ingin pulang terlalu larut" kau bohong sekali, Za. kau masih ingin disini bersamanya.
"ah baiklah. mungkin tahun depan?" tanyanya lantas tergelak. aku juga ikut tertawa, bahagia.
*******
lagu To Be With You dari Mr. Big mengalun dari hpku. rupanya ada sebuah pesan masuk.

hai, terima kasih ucapannya. aku tau maksudmu membawakan lagu tadi-aku suka. oh ya, aku tau kau masih disana...


p.s: selamat tanggal 4 juli. memang, itu hanya buah khayalku saja. fiksi belaka. tapi aku ingin kau tau, bahwa aku memang benar-benar masih disini dan menunggumu....
Happy Birthday, Boom.

Atria, 3 Juli 2012.