“Kamu baik. Kamu ga
pantes dapetin orang yang jahat.”
Ocehku di twitter sejam yang lalu. Kali ini aku benar-benar
beranggapan diriku sendiri jahat. Meskipun kamu sudah berusaha menggoyahkan
argumen satu itu, kamu tidak akan berhasil. Aku sudah terlanjur menanamkan
kata-kata itu di otakku. Aku jahat. Aku benar-benar
jahat. Terdengar sangat klise, ya? Aku terus-menerus mengulangnya agar aku
tidak berpikir bahwa aku tidak cukup baik
hati untuk bisa bersamamu. Aku tau itu benar-hanya saja aku takut
mengakuinya.
Kenyataan memang sudah berbanding terbalik daripada kita
yang sebelumnya. Kita berkembang sebagai individu yang lain; kita sudah
berbeda. Kita sudah tidak seperti dulu lagi. Aku hanya bisa terus mengulang
kata ini semua masih bisa dipertahankan
meskipun aku dan kamu sama-sama terlihat lelah dan butuh istirahat. Hanya saja,
aku lelah menangis, mataku sudah cukup pedih karenanya.
No comments:
Post a Comment