Tuesday, July 3, 2012

happy birthday, Boom.

tepat jam 12 dini hari, alarmku berbunyi. rupanya sebuah pemberitahuan dari jejaring sosial yang mengingatkanku akan siapa yang berulang tahun hari ini. mana mungkin aku lupa, semua sudah terekam jelas diluar kepala. segera ku cari kontaknya dan mulai menulis pesan.

hai, selamat ulang tahun ya. maaf membangunkanmu selarut ini. tapi asal kau tau saja, aku melakukannya karena aku masih sama, aku masih disini..

tidak! apa-apaan ini. bagaimana bisa aku mengetik pesan seperti itu? menjalin hubungan spesial pun tak pernah. apa aku masih punya muka? segera ku hapus dan memutuskan untuk tidur lagi. yang penting aku ingat, bahwa hari ini hari ulang tahunnya.
aku terbangun lagi. masih jam 6 pagi. terlalu pagi rasanya bila harus terbangun di hari libur seperti ini. bagaimanapun juga, perasaanku sama sekali tidak tenang. aku sangat ingin mengatakan semuanya sejujurnya. meskipun yah, dia memang sudah tau. dan aku tidak peduli. dia harus sadar bahwa aku disini, masih dengan perasaan yang sama. masih menunggunya.

"I'm the one who wants to be with you
Deep inside I hope you'll feel it too"

hpku berdering lagi disaat aku benar-benar tidak ingin diganggu. rupanya telepon dari seorang sahabat, dengan berat hati aku mengangkatnya
"hai, La."
"Zaaaaaa! kamu tau kan?"
"ergh, iya tau. aku bahkan tidak membutuhkan reminder apapun untuk mengingatnya."
"sudah kau kirimkan pesan? selamat ulang tahun atau apa?"
"belum sama sekali. aku hanya...bingung."
"bingung kenapa? hey, coba ingat. beberapa waktu lalu kalian ketemu, dia biasa aja kan?"
"iya. dia kan memang selalu begitu."
"tidak usah takut..kalian kan teman."
"di sisi lain aku tetap menginginkannya, La."
"sudahlah. ini hanya setahun sekali. bagaimana bisa kau kehilangan kesempatan ini?"
"baiklah...akan kucoba semampuku."
klek!

ku cari kontaknya lagi, ku tulis pesan, lalu hapus. tulis lagi, hapus lagi. begitu seterusnya. aku memang gengsi. bagaimana tidak? kira-kira setahun lalu, dia menolakku-tanpa harus aku menyatakan perasaan. dengan jelas dia mengatakan, dia tidak mau. entah alasan apa yang membuatnya seperti ini. mungkin, aku tidak lebih indah dari masa lalunya. mungkin.
******
ada sebuah pesan masuk dari seorang teman. oh ya, mereka masih ingat betul betapa aku sangat menginginkannya. "Za, gimana kalau kita kasih kejutan buat dia? itung-itung...memperbaiki hubungan juga. kau pasti mau kan?"
aku sangat mau. tapi aku tetap tidak bisa. ku tutup pesan itu dengan terpaksa. mereka pasti tau apa jawabanku. mereka bisa menerka. mereka tau aku masih malu.

"Waited on a line of greens and blues
Just to be the next to be with you"


malamnya aku pergi ke sebuah konser gratisan yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan terkemuka. lumayan untuk menghilangkan penat. kukendarai mobilku dengan asal-asalan. aku tidak peduli lagi dengan keselamatanku sendiri. beruntung kalau aku bisa menemuinya disana, semoga.


"Ku harus pergi meninggalkan kamu, yang telah hancurkan aku
Sakitnya..sakitnya. oh sakitnya."


suara serak dari Judika mengalun dari atas panggung. aku yang duduk di cafe, tidak jauh dari stage hanya bisa menyerap isi lagu sambil meniup kopi yang sebetulnya sudah tidak panas. bahkan sedingin hawa diluar yang mulai turun rintik gerimis kecil-kecil. ah, mungkin dia tidak disini. ku putuskan untuk menonton Judika dari depan panggung. meski agak berdesakan, aku ingin berbaur dengan penonton lain yang suasana hatinya sedang gerimis. seperti aku.
"Gimana kalau kita ambil salah satu audience yang bersedia nyanyi? mungkin ada yg berniat menyumbang suaranya untuk menggambarkan perasaan malam ini?" kata MC acara yang sedang ingin mencairkan suasana. mungkin dia berada di kerumunan penonton, dan dia bisa melihatku menyanyi untuknya live malam ini. kapan lagi? tanpa pikir dua-kali, aku langsung mengangkat tangan.
"mungkin mbak yang berkacamata ini bisa mengajak kita galau bersama, ya? silahkan naik ke atas panggung."
aku langsung duduk di salah satu kursi, mengambil gitar, dan mulai menyanyi pelan.

Hold on, little boy
Show me what she's done to you
Stand up, little boy
A broken heart can't be that bad
When it's through, it's through
Fate will twist the both of you
So come on, baby, come on over
Let me be the one to show you

tak kusangka, sosok yang ku cari langsung menerobos desakan penonton. tak jarang dia dimaki, tampaknya dia juga tidak peduli. dia melihatku dengan seksama tepat disaat aku menyanyikan bagian Reff dari lagu tersebut. aku tersenyum.

Build up your confidence
So you can be on top for once
Wake up. Who cares about little girls
That talk too much?
I've seen it all go down
The game of love was all rained out
Let me be the one to hold you


seiring dengan berakhirnya lagu, dia menghilang dari deretan penonton paling depan. dengan was-was aku turun dari panggung dan mulai berbaur lagi dengan penonton lainnya. terasa pundakku ditepuk oleh sebuah tangan.
"hai, Za. suaramu bagus."
"terima kasih sebelumnya. bagaimana kabarmu?"
"aku baik-baik saja, kok. apa kamu masih seperti yang dulu?"
"yang dulu? apanya yang seperti dulu?"
"ah, tidak. lupakan saja. bagaimana kalau aku mentraktirmu makan? aku kan sedang berulang tahun."
"oh iya! aku sampai lupa. selamat ulang tahun ya." bodoh, kau tidak mungkin lupa, Za.
"jadi bagaimana?"
"sepertinya tidak perlu. aku bahkan lupa bahwa kau berulang tahun. aku juga sedang tidak ingin pulang terlalu larut" kau bohong sekali, Za. kau masih ingin disini bersamanya.
"ah baiklah. mungkin tahun depan?" tanyanya lantas tergelak. aku juga ikut tertawa, bahagia.
*******
lagu To Be With You dari Mr. Big mengalun dari hpku. rupanya ada sebuah pesan masuk.

hai, terima kasih ucapannya. aku tau maksudmu membawakan lagu tadi-aku suka. oh ya, aku tau kau masih disana...


p.s: selamat tanggal 4 juli. memang, itu hanya buah khayalku saja. fiksi belaka. tapi aku ingin kau tau, bahwa aku memang benar-benar masih disini dan menunggumu....
Happy Birthday, Boom.

Atria, 3 Juli 2012.

No comments:

Post a Comment