Sore itu aku terbangun dengan gontai dan perasaan yang berantakan. Aku berdiri di hadapan kaca. Kantung mata, bercak warna merah di ujung hidung dan sekeliling mata. Sudah cukup jelas, bukan?
Aku mungkin menyerah. Terlalu banyak beban pikiran disaat yang sama dapat secara drastis menurunkan ke-logis-an pemikiranku. Karena aku juga tahu, ini bukan tujuan dan kemauan pada awalnya. Rasanya terlalu dini jika aku harus mengeluhkan hal ini. Atau..bisa saja, aku sudah lupa bagaimana caranya mempertahankan langkah diatas serpihan-serpihan kaca.
Aku mungkin terlalu lelah. Mungkin saja. Tapi aku mengerti, kok. Kalau semua ini tidak serapuh kelihatannya. Dan kau, masih tetap berdiri.Ya, kau tahu. Aku masih mencoba. Selama kau ada.
No comments:
Post a Comment